Puspiptek Ristekdikti Selenggarakan Lomba Proyek Sains Nasional bersama Ikigai Asia

Oleh: Hana Nurmuhammad . Kamis, 25 April 2019

Puspiptek Ristekdikti menyelenggarakan Lomba Proyek Sains Nasional bersama tenan TBIC, Ikigai Asia. Lomba yang bertajuk “Can Science Help a Community?” ini bertujuan untuk mendorong minat siswa terhadap penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam lomba yang diperuntukkan bagi siswa SMA / MA / SMK / sederajat ini, siswa ditantang untuk membuat sebuah proyek sains yang menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar siswa tersebut.

Dari sekitar 150 orang pendaftar, juri dan reviewer memilih 10 proyek sains terbaik untuk mengikuti acara final di Kawasan Puspiptek pada hari Kamis (25/4) lalu. 10 proyek sains terpilih kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri yang terdiri dari Dr. Ing Muhammad Abdul Kholiq, MSc. dan Imron Rosidi, MSi., peneliti BPPT, serta Frisky Nurmuhammad, S.T., MBA dari Ikigai Asia. Selain presentasi, para finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia ini juga mendapat kesempatan untuk melakukan wisata IPTEK di kawasan Puspiptek, antara lain di Laboratorium Teknologi Modifikasi Cuaca (Geostek) dan Laboratorium Aerodinamika.

Lidya Puspawardani, SE., selaku Kepala Sub Bidang Promosi, Kerjasama dan Bisnis Teknologi Puspiptek Ristekdikti mengapresiasi kegiatan ini dan menekankan pentingnya bagi generasi penerus bangsa untuk lebih mendalami bidang eksakta. “Negara maju ditandai oleh ketertarikan dan pendalaman masyarakatnya terhadap sains. Oleh karena itu, penguasaan ilmu eksakta sangat penting untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dan mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.” ungkap Lidya.

Setelah melalui proses penilaian dan tanya jawab, diperoleh tiga pemenang dari tiga provinsi yang berbeda, yaitu Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, dan Banten. Adapun juara pertama diperoleh tim Muhammad Ivan Sandyna dan Gilang Achmad Syafi'I dari MA Pesantren IMMIM Putra Makassar, dengan karya Water Harvester: Alat Penghasil Air dari Udara dengan Memanfaatkan Peristiwa Kondensasi. Juara kedua dimenangkan oleh tim Muhammad Alfarazi dan Nathaniel Dave Angginta Lumban Batu dari SMA Negeri 71 Jakarta, dengan karya CAKA: Advanced Level of Hydroponic Nutrition Fluid. Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Miranda Afriska dan Elena Serenida Hutasoit dari SMAN 24 Kabupaten Tangerang, dengan karya Selokan Berbahan Dasar Plastik Sebagai Alternatif Drainase Ramah Lingkungan. Karya mereka dianggap paling memenuhi kriteria penjurian, yakni ide yang orisinal, solutif dan tepat sasaran dalam memecahkan masalah riil, memenuhi metode ilmiah yang relatif sempurna, serta dipresentasikan dengan baik.

Senada dengan itu, siswa juga menyadari pentingnya acara ini untuk masa depan mereka dan masyarakat sekitar yang menjadi inspirasi proyek sains mereka. “Harapan kami setelah acara ini, alat kami dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat yang di daerah kekeringan atau yang terkena bencana alam. Tentunya di area bencana alam, air akan susah didapatkan. Disini alat kami bisa berperan.” ujar Ivan Sandyna, pemenang pertama yang datang dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebagai platform pendidikan, Ikigai Asia berharap dapat terus bekerja sama dengan Puspiptek untuk menyelenggarakan acara serupa, dalam rangka mempopulerkan ilmu pengetahuan alam dan teknologi pada siswa SMA sederajat.